Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu

Assalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu
sumber Image :
gleneagles.com.sg
Akmal Farabi - Jantung merupakan bagian salah satu organ tubuh yang terpenting. Oleh karena itu kita harus menyayangi jantung kita, dengan mencegah nya dari penyakit terutama Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Berbicara masalah jantung, pada hari jumat , 28 september 2018 kemarin saya baru saja menghadiri sebuah acara press conference peringatan hari jantung sedunia yang dilaksanakan di sebuah gedung Kementrian Kesehatan RI.

Dari acara press conference tersebut mengusung tema "My Heart, Your Heart" .
Acara tersebut dihadiri oleh kedua narasumber yang ahli dibidangnya, mereka adalah :

1. dr. Cut Putri Arianie, M. H. Kes
2. dr. Bambang Dwi Putra, SpJP

Kedua narasumber tersebut lah yang akan menjadi pemateri bada acara press conference ini.
Untuk pembahasan pada saat press conference silahkan anda simak artikel ini sampai selesai.

Pertama-tama kita ketahui dulu apa pengertian dari penyakit jantung koroner, oke inilah penjelasannya.

Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?


Penyakit jantung koroner adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang diakibatkan terjadinya penyempitan serta penyumbatan pembuluh darah jantung, sehingga terjadilah yang dinamakan serangan jantung yang menyebabkan kematian.

Macam-Macam Penyakit Jantung Koroner


Penyakit Jantung Koroner terdiri dari 3 :
1. Penyakit jantung koroner stabil tanpa gejala.
Penyakit ini bisa diketahui dengan melakukan skrining.
2. Penyakit jantung koroner angina pektoris stabil.
Penyakit ini bisa diketahui tandanya apabila sering merasakan gejala nyeri dada disaat sedang melakukan aktivitas yang berlebihan dari aktivitas biasanya.
3. Penyakit jantung koroner Sindrom Koroner Akut (SKA).

Melihat maraknya masyarakat yang mengidap penyakit jantung, ini menjadi fakta bahwa penyakit jantung koroner adalah penyebab nomor 1 kematian di seluruh dunia.
Menurut fakta juga bahwa tiap hari bahkan tiap detik , pasti ada saja orang yang meninggal karena penyakit jantung koroner ataupun stroke.

Hal ini sudah membuktikan besarnya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner tersebut.
Sedangkan di indonesia sendiri menurut fakta yang ada, bahwa 1 dari 10 orang di indonesia itu meninggal karena penyakit jantung koroner.

Dari data WHO pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular (39,5 juta dari 56,4 kematian). Dari seluruh kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) tersebut, 45% nya disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17,7 juta dari 39,5 juta kematian.

Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu
Penyebab Kematian Menurut Data WHO


Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun 2014 menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke, yaitu sebesar 12,9% dari seluruh penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu
Penyebab Kematian di Dunia
Penyakit jantung koroner sendiri telah menghabiskan dana pelayanan yang tidak sedikit, menurut fakta yang ada penyakit jantung koroner di gadang-gadang telah menghabiskan total biaya sebesar 7,4 Triliun dari seluruh jenis penyakit pada tahun 2016 lalu. Dari angka ini tampak adanya peningkatan biaya kesehatan untuk PJK sebesar 68,2%.

Setelah melihat berbagai fakta yang ada , alangkah baiknya kita untuk mencegah dan mengetahui apa-apa saja tanda dan gejala dari penyakit jantung koroner tersebut.

Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Koroner


Secara klinis penyakit jantung koroner ditandai dengan tanda dan gejala seperti dibawah ini :
1. Nyeri Dada
2. Rasa Tertekan di Daerah Dada.
3. Rasa Berat di Dada.
4. Rasa Terbakar.
5. Rasa Mual atau Nyeri Pada Ulu Hati, dan
6. Keringat Dingin.

Ke-6 Point diatas itulah yang perlu kita ketahui bersama tanda dan gejalanya, nah sekarang kita sudah mengetahui tanda dan gejala dari penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner bisa disebabkan dari 2 faktor risiko :
1. Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi.
Risiko ini adalah faktor risiko yang sudah bawaan dari lahir kita dan tidak bisa diminimalisir. diantara faktor risiko tersebut ialah umur, jenis kelamin, dan keturunan/ras.

2. Risiko yang Dapat Dimodifikasi.
Risiko ini adalah faktor risiko yang masih bisa kita menimalisir. Diantaranya ialah Merokok, Hipertensi, Diabetes Melitus, Dislipidemia, Stress, Konsumsi Alkohol Berlebih, Diet yang Tidak Sehat, Obesitas, dan Kurangnya Aktivitas Fisik Seperti Olahraga.

Menurut data Riskesdas, faktor risiko perilaku utama yang menjadi tantangan dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia adalah :
1. Sekitar 93,5% penduduk usia >10Th kurang mengonsumsi buah dan sayur.
2. Sekitar 36,3% penduduk usia >15Th merokok, perempuan usia >10Th yang merokok sekitar 1,9%.
3. Sekitar 26,1% penduduk kurang aktivitas fisik.
4. Sekitar 4,6% penduduk >10Th minum-minuman beralkohol.

Ke-4 Faktor perilaku diatas itu lah yang merupakan dan memberi celah pintu masuk terjadinya penyakit jantung koroner.

Siklus Penyakit Jantung Koroner


Perlu kita ketahui, penyakit jantung koroner itu proses terjadinya sudah dimulai sejak usia dini. Yakni dengan terjadinya penyumbatan darah arteri melalui pola hidup yang kurang sehat dan baik.

Semakin tinggi dan besar usia maka semakin besar risiko proses terjadinya sumbatan pembuluh darah jantung.
Oleh karenanya untuk mencegah dan menurunkan risiko terjadinya PJK tersebut biasakanlah untuk menjaga pola hidup sehat secara disiplin dan teratur.

Dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular termasuk PJK, pemerintah fokus pada upaya promotif dan preventif dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Diantaranya dengan :

1. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang mana pada tahun ini sedang difokuskan pada kegiatan deteksi dini, peningkatan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur.
2. Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, dilakukan sejalan dengan agenda ke-5 nawacita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga.
3. Meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku "CERDIK", yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, kelola stress dan, istirahat yang cukup.
4. Melakukan pola hidup " PATUH" bagi penyandang penyakit tidak menular (PTM) khusunya PJK, yaitu Periksa kesahatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap aktivitas fisik dengan aman, Upayakan diet sehat dan gizi seimbang, Hindari asap rokok, Minuman beralkohol dan zat karsinogenik lainnya.

Tempat-Tempat Nyeri Gangguan Jantung


Nyeri pada jantung memiliki berbagai tempat yang berbeda, untuk lebih jelasnya silahkan anda amati gambar dibawah ini.

Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu
Letak Nyeri Pada Jantung

Pertolongan Pertama Penyakit Jantung Koroner


 
Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu
Sumber Image : klikdokter.com
1. Tirah baring, posisi setengah duduk dengan bantal tinggi kemudian segera telepon ke layanan dengan call 119 , lakukan telpon darurat tersebut untuk meminta pertolongan tenaga medis atau ambulans membawa ke Instalasi Gawat Darurat RS terdekat.
2. Hindari penderita dari gerakan mendadak dan aktifitas apapun seperti berbicara banyak atau mengedan.
3. Jika penderita mengeluh nyeri yang hebat, dapat dibantu menguranginya dengan pemberian obat-obatan golongan nitrat dengan diberikan dibawah lidah. Dapat diberikan beberapa kali hingga penderita mendapat pertolongan di RS.

Melihat kondisi masyarakat yang sedang ditimpa berbagai penyakit jantung koroner membuat saya menjadi sedih.
Penyakit tersebut seolah sering sekali menghinggapi manusia.
Entah itu penyakit menular ataupun penyakit tidak menular.

Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk merawat diri dan membiasakan pola hidup sehat.
Banyak tanggapan orang mereka berkata percuma saya olahraga ini itu dan sebagainya, toh nanti ujung-ujungnya saya sakit juga.

Omongan yang demikian adalah kekeliruan yang nyata , tubuh ini perlu asupan juga.
Setidaknya kita meminimalisir agar penyakit tidak hinggap pada diri ini.
Ya kalo persepsi anda masih tetap bersikukuh demikian , itu urusan anda.

Dalam peringatan hari jantung sedunia kemarin marilah mulai sejak sekarang kita melakukan perubahan kecil dalam hidup kita. Seperti dengan berkomitmen untuk mengonsumsi makanan yang sehat, giat dan rutin berolahraga min 1 kali dalam seminggu, berhenti merokok, dan sebagainya.

Akhir dari ulasan artikel ini dan kesimpulan nya adalah kementrian kesehatan mengajak kita semua untuk melakukan berbagai perubahan dalam aktivitas sehari-hari dengan menghidupkan perilaku cerdik demi mendapatkan jantung yang sehat.

Semoga Bermanfaat.

Wassalaamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

October 03, 2018 - 1 komentar

1 komentar untuk Cintai Jantungmu Untuk Masa Depanmu.

.

Bagus juga Kementerian Kesehatan membuat acara ini supaya masyarakat tahu tentang bahaya jantung koroner.

Balas Hapus